Rabu, 30 Mei 2012

Tank IS: mesin perang Stalin


Tank berat IS-2 (foto: waralbum.ru)
Tak diragukan lagi, bahwa menjelang tahun 1942 kritikan terhadap performa tank berat KV-1 semakin banyak. Awak tank Soviet mengkritik mobilitas KV-1 yang buruk, serta tidak memiliki senjata yang lebih baik dari T-34, yaitu meriam F-34 dan ZiS-5 kaliber 76,2 mm. Untuk masalah pertama, sebenarnya sudah diproduksi KV-1S (S= скоростной, cepat) yang bisa melaju 42 km/jam, tapi dengan lapisan armor yang dipertipis, serta masih memakai meriam ZiS-5 yang tidak bisa diandalkan. Program pembuatan tank berat nyaris dibatalkan oleh Stalin, kalau saja tank berat Tiger dan Panther tidak muncul ke medan perang Kursk tahun 1943.

Kamis, 24 Mei 2012

ZiS-3: artileri legendaris Tentara Merah

ZiS-3 di Kremlin Nizhny Novgorod, Rusia
(foto: Wikipedia)
Berbicara tentang artileri yang digunakan selama Perang Dunia II, tentu tak akan lepas dari ZiS-3. Ya, ZiS-3 atau lebih dikenal dengan meriam divisional kaliber 76mm M1942, merupakan salah satu meriam kaliber menengah andalan Angkatan Bersenjata Uni Soviet semasa Perang Dunia II. Kehandalan, akurasi yang tinggi, serta daya tahan yang kuat membuat banyak prajurit artileri Uni Soviet yang menyukainya.

Selasa, 22 Mei 2012

BMP-3F: ranpur kelas berat Korps Marinir


BMP-3 Troika milik AB Rusia (foto: military-today.com)
BMP-3F adalah salah satu ranpur amfibi milik Korps Marinir yang pertama kali datang pada 27 November 2011. Meskipun barangnya baru berjumlah 17 unit (plus 1 unit BREM-L recovery vehicle), namun inilah ranpur paling modern dan tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini, dilihat dari kelengkapan persenjataan yang dibawa. Menurut rencana awal, dengan anggaran US$ 50 juta (waktu itu), Korps Marinir bakal mendapatkan 20 unit tank, tapi karena terjadi kenaikan harga per unit, akhirnya jumlah BMP-3F yang bisa diboyong ke Tanah Air hanya berjumlah 18 unit saja.