 |
| Tank berat IS-2 (foto: waralbum.ru) |
Tak diragukan lagi, bahwa menjelang tahun 1942
kritikan terhadap performa tank berat KV-1 semakin banyak. Awak tank Soviet
mengkritik mobilitas KV-1 yang buruk, serta tidak memiliki senjata yang lebih
baik dari T-34, yaitu meriam F-34 dan ZiS-5 kaliber 76,2 mm. Untuk masalah
pertama, sebenarnya sudah diproduksi KV-1S (S= скоростной, cepat) yang bisa melaju 42 km/jam, tapi dengan lapisan
armor yang dipertipis, serta masih memakai meriam ZiS-5 yang tidak bisa
diandalkan. Program pembuatan tank berat nyaris dibatalkan oleh Stalin, kalau
saja tank berat Tiger dan Panther tidak muncul ke medan perang Kursk tahun 1943.
Akhirnya, program tank berat diluncurkan lagi,
berfokus pada pembuatan tank baru untuk menggantikan KV-1. Rancangan terbaru,
KV-13, sempat hendak masuk produksi, tapi karena faktor politis membuat proyek
KV-13 dibatalkan, tapi tidak untuk desainnya. Desain tank selanjutnya, IS-85 (Obyekt
237) dengan meriam D-5T kaliber 85 milimeter, masuk produksi massal. Untuk menyempurnakannya, desain turret IS-85 (kemudian disingkat menjadi
IS-1) dikembangkan sehingga bisa menampung senjata yang lebih besar. Awalnya,
AB Uni Soviet mencoba dengan meriam BS-3 kaliber 100 mm dan A-19 kaliber 122 mm.
Walaupun BS-3 memiliki daya penetrasi yang lebih bagus, tapi kemudian A-19 lah
yang dipilih karena faktor stok dan efek ledakannya yang kuat. IS-2 pun masuk
produksi massal pada bulan Oktober 1943.
 |
Model pertama, IS-1 dengan meriam D-5T kaliber 85 mm
(foto: militarysource.vojsko.net) |
Secara teknis, IS-2 menang dalam hal senjata ketimbang
KV-1 model 1942. Selain itu, lapisan armornya lebih tebal, namun tanpa
mengurangi kecepatannya. Lapisan baja dipertebal pada sisi depan, dan sisi
samping rangka serta turret. IS-2
berbobot sedikit lebih berat dari Panther, tapi jauh lebih ringan dari Tiger. Penampilan
IS-2 model tahun 1943 dan 1944 dapat dibedakan dengan mudah dari tampilan hull yang berjenjang di IS-2 model 1943,
serta miring pada model 1944.
 |
| IS-2 model 1943 di Minsk, 1 Mei 1948 (foto: waralbum) |
 |
| IS-2 model 1944 di Berlin (foto: waralbum.ru) |
Pemilihan meriam 122 mm terbukti memberikan
masalah, walaupun memiliki sejumlah kelebihan lainnya: Munisi meriam D-25T (versi
tank A-19 yang dipakai IS-2) terdiri dari proyektil dan selongsong yang
terpisah, sehingga membuat rate of fire-nya sangat rendah (1,5 hingga 2 tembakan/menit). Berbeda dengan tank-tank Jerman, macam Tiger dan Panther yang menggunakan munisi solid/tidak terpisah, sehingga rate of fire-nya tinggi (6-8 tembakan/menit). Selain itu, ukuran proyektil yang besar menyebabkan hanya 28
munisi saja yang bisa dibawa tank sekali jalan. Tapi hal itu sama sekali tidak
mengurangi kegarangan IS-2 di medan perang: Resimen Kawal Tank Berat Ke 80 yang
terlibat dalam operasi Vistula-Oder sampai 31 Januari 1945 tercatat
menghancurkan 19 tank dan artileri gerak, 41 meriam, 15 kubu senapan mesin, 10
sarang mortir, dan 15 bungker. Dari 23 unit yang ada, tidak ada satupun yang
hancur.
 |
| IS-3 (foto: Российские танки) |
Tahun 1945, muncullah seri baru dari generasi
tank berat Soviet: IS-3. Penampilannya benar-benar baru dengan turret bulat menyerupai mangkok terbalik, teknik pelapisan armor baru, serta postur tank yang lebih
pendek dari IS-2. Penampilan IS-3 menjadi bentuk standar tank-tank Soviet setelah perang.
IS-3 pertama kali tampil pada parade kemenangan tentara Sekutu di Berlin pada
1943, dimana IS-3 membikin para perwira tinggi militer Barat terkesan. Hal ini
melatarbelakangi pembuatan tank-tank berat oleh Barat sebagai respons atas kemunculan
IS-3.
 |
IS-2 juga ikut serta dalam serbuan Tentara Merah ke Berlin
(foto: waralbum.ru) |
Kiprah selanjutnya generasi tank Stalin setelah Perang
Dunia II berakhir ialah pada invasi Soviet atas Hungaria, Invasi Pakta Warsawa
atas Cekoslowakia, Perang 6 Hari sampai Perang Yom Kippur tahun 1973. Setelah
itu, tank IS tidak banyak dipakai lagi karena konsep tank berat dianggap kuno
dengan munculnya konsep main battle tank
(tank tempur utama). IS-2 dan IS-3 berdinas di AB Uni Soviet dan Rusia sampai
tahun 1995.
 |
| IS-3 yang masih bisa beroperasi (foto: Российские танки) |
Sumber: Wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar