| BMP-3 Troika milik AB Rusia (foto: military-today.com) |
BMP-3F adalah salah
satu ranpur amfibi milik Korps Marinir yang pertama kali datang pada 27
November 2011. Meskipun barangnya baru berjumlah 17 unit (plus 1 unit BREM-L recovery vehicle), namun inilah
ranpur paling modern dan tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini,
dilihat dari kelengkapan persenjataan yang dibawa. Menurut rencana awal, dengan
anggaran US$ 50 juta (waktu itu), Korps Marinir bakal mendapatkan 20 unit tank,
tapi karena terjadi kenaikan harga per unit, akhirnya jumlah BMP-3F yang bisa
diboyong ke Tanah Air hanya berjumlah 18 unit saja.
| BVP-2, pendahulu BMP-3F di Korps Marinir |
Secara teori, BMP-3F
masuk dalam kelas infantry fighting
vehicle atau kendaraan tempur infanteri, menjadi penerus generasi
BVP-2 di Korps Marinir, tapi BMP-3F diracik dengan bekal senjata yang lumayan berat
dikelasnya. Apa yang membuat BMP-3F terasa spesial? Dari beberapa varian BMP-3,
tipe 3F dirancang dengan kemampuan tambahan untuk bisa berenang dengan lebih
baik, yakni mampu menantang ombak laut di level 2, dan bisa beroperasi di laut
selama 7 jam. Untuk menunjang kemampuan amfibinya, BMP-3F dapat dilengkapi
snorkel.
| Kemampuan renang BMP-3F menggunakan snorkel (foto: military-today.com) |
Senjata andalan BMP-3F
adalah meriam kaliber 100mm. Meriam ini dirancang untuk menembakkan peluru/roket
non-kendali. Meriam jenis ini masuk dalam kategori balistik sedang,
dengan kecepatan tembak berkisar 250 m/detik. Selain itu terdapat platform
peluncur rudal anti-tank (ATGM), baik yang diluncurkan langsung melalui laras
meriam (laser-guided system) maupun
yang terpasang pada badan panser, terdiri dari dua bidang stabilisator dari
pembidik kaca utama dan sebuah sensor gyroscope.
| Ki-ka: meriam otomatis 2A72 30mm, meriam/peluncur rudal 2A70 100mm, mitralyur PKT 7,62mm (foto: army-technology.com) |
Konstruksi
persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single turetted): meriam dan peluncur
roket 2A70 berkaliber 100mm, meriam otomatis 2A72 berkaliber 30mm dan mitralyur PKT
berkaliber 7,62mm. Dengan penggabungan ini memungkinkan awak tank dapat
memilih model keperluan penggunaan senjata yang tersedia dikaitkan dengan
situasi, kondisi serta medan tempur, tergantung sasaran yang dipilih untuk
dihancurkan baik sasaran di darat, laut maupun udara. Sistem persenjataan yang sama juga diaplikasikan pada BMD-4, ranpur pasukan linud Rusia. Selain itu, mesin juga diletakkan di bawah lantai pada bagian belakang kendaraan, begitu juga dengan tangki bahan bakar yang dimuat di bawah, berbeda dengan BMP-1/BMP-2 yang tangki bahan bakarnya berada di pintu keluar pasukan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan survivabilitas pengawak ranpur maupun pasukan.
| Pintu keluar belakang pasukan pada BMP-3F. Mesin dan tangki bahan bakar terpasang di bawah pintu keluar |
| BMP-3F juga memiliki kemampuan off-road yang bagus berkat pemakaian suspensi torsion-bar (foto: military-today.com) |
![]() |
| BMP-3F No. 12 dan 14 (foto: Menkav-1 KorMar) |
Sebagai perbandingan,
andalan kavaleri TNI-AD sampai kini masih bertumpu pada kanon 90 mm Cockerill,
seperti yang terdapat pada tank Scorpion. BMP-3F mempunyai kecepatan di medan
berlumpur 45 km/jam, 70 km/jam di jalan raya, 10 km/jam di air dan mampu
berjalan mundur dengan kecepatan 20 km/jam. Sedangkan kemampuan jelajah tank
ini adalah 600 km.
| BREM-L, recovery vehicle untuk BMP-3 milik AB Yunani |
Tank BMP-3F memiliki
beberapa keunggulan lain, diantaranya konstruksi (chassis)
yang memungkinkan untuk dimodernisasi, selain itu, perawatan dan efisien
pemeliharaannya
lebih mudah. Selain Indonesia dan Rusia, BMP-3F saat ini juga digunakan oleh
angkatan bersenjata Ukraina, Sri Lanka, Siprus, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Bahkan yang mengejutkan, Korea Selatan yang dikenal pengasup setia teknologi
militer dari Amerika Serikat, nyatanya juga memiliki 70 unit BMP-3F. Tanggal 11 Mei 2012, Kemenhan telah menandatangani kontrak pembelian
senilai US$ 114 juta untuk 37 unit BMP-3F tambahan dengan JSC Rosoboronexport.
Sumber: Indomiliter (Haryo Adjie Nogo Seno),
dengan beberapa perubahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar